6 Cara Ternak Ulat Hongkong dan Pemberian Pakannya dengan Benar Supaya Berhasil Panen

6 Cara Ternak Ulat Hongkong dan Pemberian Pakannya dengan Benar Supaya Berhasil Panen – Tertarik untuk mengetahui cara ternak ulat hongkong yang benar supaya berhasil? Nah, jika tertarik mengetahui lebih lanjut, bisa simak ulasan ini. Ternak ulat hongkong merupakan ternak yang cukup menjanjikan. Ulat hongkong adalah larva yang mengalami metamorfosis kumbang kecil. 

Kandungan yang dimiliki oleh ulat hongkong cukup tinggi protein serta kalori yang berguna sebagai makanan untuk beragam hewan. Misalnya seperti hewan ikan, reptil, burung dan hewan lainnya, sehingga jika ingin menjadikan ulat hongkong sebagai bisnis cukup menjanjikan. 

Proses Ternak Ulat Hongkong 

Sebenarnya, cara ternak ulat hongkong tidaklah sesulit itu, hanya saja memang butuh keuletan, ketelatenan dan kesabaran supaya bisa berhasil. Hal ini yang memang agak sulit diterapkan oleh orang untuk beternak ulat hongkong. Terkadang niat dan komitmen di awal, namun di pertengahan mulai goyah. 

Ada beberapa tahapan yang harus diikuti supaya ternak ulat hongkong yang digeluti bisa berhasil dan berpotensi untuk dibisniskan. Apa saja tahapannya, simak berikut ini: 

  • Mempersiapkan kandang untuk ulat. Bisa menggunakan wadah yang berbahan kayu, triplek atau kontainer plastik. Idealnya berukuran 60cmx40cm x 7 cm. Apabila memakai triplek, pada bagian tepi perlu dilapisi lakban sekelilingnya supaya ulat tidak keluar dari kandang.  
  • Memilih bibit ulat hongkong. Supaya mendapatkan hasil berkualitas, pilihlah bibit ulat yang bagus. Bibit dapat dibeli ketika masih dalam bentuk ulat atau sudah menjadi kumbang. Bibit tersebut diletakkan dalam wadah, maksimal satu wadah beratnya 2kg. Ulat akan berubah sekitar 7-10 hari. 
  • Memisahkan kepompong. Ulat berkembang biak dengan bertelur dan bermetamorfosis menjadi kumbang. Ketika ulat sudah menjadi kepompong dipindahkan di tempat yang berbeda supaya tidak dimakan oleh ulat hongkong tersebut. Kepompong harus berwarna putih kecoklatan, dan diambil secara hati-hati supaya tidak mati atau busuk. 
  • Memisahkan kumbang. Kepompong yang berubah menjadi kumbang, pindahkan pada wadah lain yang dilapisi kapas alasnya untuk tempat kumbang kawin dan bertelur. Ambil kumbang yang sayapnya berwarna hitam mengkilap dan letakkan pada wadah dilapisi kapas.
  • Setelah 7 hari, pindahkan kumbang ke wadah baru yang beralaskan kapas. Wadah yang tidak ada kumbangnya akan berisi telur kumbang yang menetas dalam waktu 10 hari dan menjadi larva kecil. Larva inilah yang akan menjadi ulat hongkong.
  • Jika sudah berumur 30 hari, bisa pisahkan ulat dari kapas ke wadah yang baru. Lakukan langkah tersebut sampai kumbang mati sendiri dan mengering. Biasanya ulat hongkong bisa dipanen serta dijual saat umur 50 hari. 

Pemberian Pakan Ulat Hongkong 

Setelah mengetahui cara ternak ulat hongkong, kini ketahui bagaimana proses pemberian makannya dengan benar. Beberapa proses agar menjadi ulat hongkong, memiliki pakan yang berbeda. 

Ada dua jenis pakan untuk tahapan ulat yang berbeda, yaitu pakan ulat bibit dan pakan ulat kecil. Apa saja bedanya, silahkan simak lebih jelasnya berikut ini: 

  • Pakan ulat bibit. Membutuhkan sekitar 500gr dengan jarak waktu 4 hari sekali atau jika sudah habis. Cara pemberian makannya dengan mengepalkan menjadi 3 bagian. Pakan yang bisa diberikan untuk ulat bibit berupa ampas tahu dan dedak ditambah campuran pur atau tepung tulang. 
  • Pakan ulat kecil. Apabila ulat masih berada dalam kapas bisa berikan pakan berupa sayuran selada yang telah dijemur setengah kering. Akan tetapi, jika ulat telah terpisah dengan kapas bisa memberikan pakan sekitar 1 kg dengan dikepal dan disebarkan secara merata. 

Itulah cara ternak ulat hongkong dan pemberian pakan yang bisa diikuti supaya berhasil panen. Jika tahapan-tahapan tersebut dilakukan dengan benar, maka akan tiba waktunya panen. Hasil panen bisa dijual sebagian dan sebagian lainnya dijadikan bibit baru untuk ternak ulang. 

Leave a Comment