5 Cara Budidaya Tanaman Jahe Anti Gagal

5 Cara Budidaya Tanaman Jahe Anti Gagal – Budidaya tanaman obat seperti jahe dapat memberikan banyak manfaat untuk tubuh dan dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan secara alami. Hal inilah yang membuat budidaya tanaman jahe ini cocok untuk dijalankan apalagi di wilayah Indonesia yang memiliki tanah yang subur.

Jahe adalah tanaman rempah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, tak heran apabila tanaman ini memiliki peluang bisnis cukup besar. Lalu bagaimanakah cara budidaya tanaman jahe yang baik agar hasil panen nantinya dapat maksimal dan berharga mahal? Simak caranya berikut :

1. Persiapkan Peralatan, Bahan yang Dibutuhkan, Serta Lahan

Cara yang pertama ketika akan melakukan budidaya tanaman jahe adalah persiapkan peralatan, bahan serta lahan untuk menanam jahe. Alat yang digunakan nantinya tergantung dengan media tanam apa yang digunakan untuk menanam jahe, apabila di ladang maka gunakan cangkul.

Jenis tanah yang bagus untuk menanam jahe adalah tanah humus yang dicampuri dengan jerami sehingga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Siapkan juga kotak kayu untuk menyemai bibit tanaman jahe dan juga alat berkebun lainnya seperti pisau, gunting, dan juga fungisida.

2. Pilihlah Bibit Jahe yang Baik dan Unggul

Langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya tanaman jahe adalah memilih bibit jahe yang baik dan unggul agar hasil panen dapat maksimal. Carilah bibit jahe atau rimpang pada lahan jahe yang telah cukup tua untuk mendapatkan bibit tanaman jahe yang bagus.

Ciri-ciri bibit jahe atau rimpang yang bagus di antaranya adalah sehat atau bebas dari hama penyakit tanaman dan juga kulitnya mulus. Potong 3 hingga 5 bagian rimpang pada jahe yang tua untuk menjadikannya bibit baru dan rendam di fungisida lalu jemur.

3. Siapkan Lahan Tanam untuk Budidaya Jahe

Terdapat dua tipe lahan yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya tanaman jahe, yaitu menggunakan polybag atau karung dan lahan tanah. Namun keduanya tetap harus menggunakan tanah yang subur seperti tanah latosol atau andosol agar tanaman jahe dapat tumbuh dengan subur.

Tanah latosol atau andosol biasanya berwarna merah coklat dan dapat ditemui dengan mudah di area yang memiliki tanah humus. Sementara untuk pH tanah untuk jahe yang bagus memiliki keasaman yang berada di angka pH 6,8 hingga 7,4.

4. Tanam Jahe pada Media Tanam

Setelah semuanya siap, maka langkah selanjutnya untuk budidaya tanaman jahe yaitu menanam bibit yang sudah siap tanam ke media tanam. Namun, tanaman jahe tidak dapat ditanam secara mendadak dan harus diolah dahulu selama satu bulan sebelum ditanam di media tanam.

Persiapkan tanah dengan bersihkan gulma serta sisa tanaman dan cangkul hingga kedalaman 25 sampai 35 cm agar tanah jadi gembur. Apabila tanah sudah siap, siapkan lubang sedalam 3 sampai 7 cm yang berjarak standar kemudian tanam bibit jahe pada lubang.

5. Rawatlah Tanaman Jahe Hingga Panen

Proses perawatan tanaman jahe yang sudah ditanam berkisar antara 6 hingga 8 minggu kemudian taburkan pupuk di sekitar tanaman jahe. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa pupuk yang ditabur di sekitar tanaman jahe tidak boleh mengenai rimpang atau batang jahe.

Tanaman jahe akan siap untuk dipanen pada usia 4 bulan, ciri-cirinya yaitu daunnya berwarna kuning dan batangnya sudah menjadi kering. Untuk memanen jahe dapat menggunakan garpu atau cangkul namun jangan sampai mengenai jahe, setelahnya bersihkan dan jemur jahe selama seminggu.

Itulah tadi 5 cara budidaya tanaman jahe yang baik agar menghasilkan hasil panen jahe yang sehat dan maksimal. Dengan adanya ulasan tersebut memudahkan siapa saja bagi yang ingin budidaya tanaman jahe. 

Leave a Comment