5 Cara Ternak Ayam Kampung Cepat Panen, Wajib Dicoba!

5 Cara Ternak Ayam Kampung Cepat Panen, Wajib Dicoba! – Cara ternak ayam kampung cepat panen merupakan informasi yang dibutuhkan banyak peternak pemula. Pasalnya, masih banyak yang belum tahu seperti apa tahap yang harus dilalui sehingga ternaknya segera panen.

Lain halnya dengan yang sudah sering panen, sehingga sudah memahami ritmenya tanpa banyak kebingungan. Namun berbeda halnya dari pemula yang masih beradaptasi. Perlu membekali diri dengan informasi terkait beternak ayam, hingga panen. Mari simak pembahasannya di sini:

Mengapa Berbisnis Ayam Kampung?

Sebelum mengulas tentang cara ternak ayam kampung cepat panen, ada baiknya mengetahui seperti apa prospek dari usaha ini. Usaha ternak ayam kampung memiliki peluang menjanjikan, dikarenakan beberapa faktor berikut ini:

  • Ayam kampung banyak digunakan sebagai bahan pembuatan jamu tradisional. Misalnya ayam tim, menu yang diandalkan untuk mempercepat penyembuhan penyakit seperti radang tenggorokan, demam, flu, dan sebagainya.
  • Permintaannya tinggi, karena dagingnya yang lebih sehat dan memiliki tekstur khas.
  • Bisa dijual lagi karena kualitasnya yang dinilai lebih baik dibandingkan jenis ayam lainnya.
  • Fleksibel dari segi tempat untuk merawatnya, tidak langsung memerlukan lahan luas. Bahkan dapat dimulai dari lahan di sekitar rumah.

Cara Ternak Ayam Kampung Cepat Panen

Pada bagian sebelumnya telah dibahas, mengenai alasan mengapa memulai usaha ternak ayam kampung, ada banyak sisi positifnya. Namun tentu pemula juga perlu tahu caranya agar ayam kampung sehat, besar, dan cepat panen. Seperti apa? Simak uraian berikut:

1. Memilih Kandang yang Tepat

Tentukan kandang yang memiliki cukup kapasitas untuk menampung ayam peliharaan. Untuk memilih kandang, perlu mengetahui beberapa syarat sehingga fungsinya berjalan dengan baik, yaitu:

  • Jarak kandang setidaknya 5 m dari pemukiman penduduk, agar suara ramai dari ayam tidak mengganggu.
  • Berada di lokasi yang cukup mendapatkan cahaya matahari setiap pagi.
  • Sirkulasi udara baik dan tidak lembab. Agar sirkulasinya bagus, pilihlah lokasi rindang yang tidak terhalang oleh bangunan lain.
  • Jaga suhu dalam kandang jangan sampai terlalu dingin atau panas, yakni sekitar 30 derajat.
  • Sediakan fasilitas berupa tempat makanan dan minuman dari bahan yang tidak mudah berkarat, sanitasi, dan sebagainya.

2. Memilih Bibit

Pilihlah bibit dengan hati-hati. Cara ternak ayam kampung cepat panen ini tidak dapat disepelekan, sebab berhubungan secara langsung dengan perkembangan dan kualitas ayam. Jika bibitnya bagus, otomatis menghasilkan ayam berkualitas.

Hal ini tentu dapat meningkatkan nilainya. Peternak dapat membeli bibitnya kemudian ditetaskan sendiri. Bisa juga membeli indukannya kemudian dipelihara hingga bertelur. Berikut adalah karakteristik ayam kampung dengan kualitas baik:

  • Bisa berdiri tegak.
  • Fisiknya tidak ada cacat.
  • Gerakannya lincah, mata terlihat bersinar.
  • Bulu terlihat mengkilap dan bersih.
  • Pusarnya sudah terserap dengan sempurna.

3. Menyiapkan Pakan

Sediakan pakan yang memenuhi kebutuhan gizi ayam kampung. Meski bibitnya bagus, namun jika tidak diiringi pemberian pakan berkualitas maka kondisinya menurun. Secara umum, ayam kampung makanannya cukup mirip dengan ayam ras. Berikut ini beberapa jenisnya:

  • Makanan sumber energi dan kaya kalori. Bisa didapatkan dari limbah penggilingan, biji-bijian, umbi-umbian.
  • Pakan untuk sumber protein. Jenis ini wajib ada sehingga pertumbuhan berjalan maksimal dan meningkatkan peluang bertelur banyak dan cepat. Contohnya memberikan konsentrat, kedelai, turi kaliandra, tepung ikan, dan sebagainya.
  • Makanan sebagai sumber vitamin serta mineral. Disarankan menggunakan suplemen organik khusus peternakan. Sehingga dapat menunjang kebutuhan mineral serta vitamin untuk meningkatkan produktivitas menghasilkan telur.

4. Merawat Bibit

Cara ternak ayam kampung cepat panen bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial, sumber daya, dan sebagainya. Secara umum, terdapat tiga jenis pemeliharaan ayam kampung seperti berikut:

  • Tradisional, disebut juga ekstensif. Sistem dimana ayam dibiarkan bebas, hanya diberikan pakan namun tidak disertai kontrol yang jelas ataupun penjagaan ketat. Ayam bebas di halaman tempatnya tinggal sambil mencari makanannya. Masih ada resiko mengalami sakit.
  • Semi intensif. Pada sistem ini, ayam diberikan pakan yang sudah diatur sesuai perhitungan gizi tertentu. Kesehatannya juga lebih diperhatikan, namun tidak dikontrol ketat. Ayam dilepas, namun masih diberikan pagar pembatas.
  • Intensif, sistem yang paling ketat dibandingkan lainnya. Dalam sistem ini, ayam dikurung dalam kandang. Kesehatan ayam akan lebih terkontrol, namun kekurangannya yakni pertumbuhan yang lebih lambat.

5. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Lakukan pengendalian intensif dari hama maupun penyakit yang dapat membahayakan ayam. Cara ternak ayam kampung cepat panen ini sangat penting untuk menjaga kualitas ayamnya. Serangan hama misalnya tikus, kecoa, jamur, bakteri, dan sebagainya sangat merugikan.

Untuk itu, perlu melakukan beberapa tindak pencegahan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit. Beberapa di antaranya:

  • Menjaga sanitasi di kandang.
  • Memberikan suplemen yang bernutrisi untuk menjaga ketahanan tubuhnya.
  • Melakukan vaksinasi teratur.
  • Membersihkan (biosecurity) sehingga tidak mudah terkena penyakit.
  • Kontrol hama yang mengganggu ternak.

Itu tadi informasi mengenai cara ternak ayam kampung cepat panen yang dapat diterapkan. Pasar menunjukkan bahwa ayam masih menjadi komoditas penting yang selalu dicari. Terlebih, ayam kampung memiliki cita rasanya sendiri dan lebih sehat sehingga banyak penggemarnya.

Leave a Comment