6 Cara Ternak Murai Batu yang Bisa Dicoba

6 Cara Ternak Murai Batu yang Bisa Dicoba – Salah satu jenis burung yang dapat dipelihara adalah murai batu. Burung ini dikenal karena suara kicauannya yang indah. Oleh karena itu bisa jadi peluang bisnis. Perlu diketahui dengan baik cara ternak murai batu untuk dijual.

Keuntungan beternak anakan murai batu berumur 2-3 tahun adalah sekitar 2 juta sampai  5 juta. Hal ini tergantung kualitas pada indukan. Tertarik untuk ternak murai batu? Ikutilah cara selengkapnya berikut ini:

1. Tentukan Lokasi Kandang Burung Murai

Cara pertama, yang wajib dilakukan merupakan memilih lokasi sangkar murai batu. Lokasi kandang yang baik akan memudahkan peternak. Hal tersebut agar mudah memberi pakan, minum, dan memandikan. Bahkan juga perkawinan.

Penempatan sangkar pun berkaitan erat kepada keberhasilan peternakan murai batu. Kandang tidak tepat penempatannya akan membuat murai batu tidak mau bertelur. Faktor penting lainnya adalah suasana kandangnya tenang.

2. Ukuran Kandang

Peternak perlu memperhatikan ukuran kandang dalam perkembangan kesehatan maupun produktivitas murai batu. Jika, terlalu besar burung murai batu akan banyak bergerak dan terbang.

Hal tersebut dapat membuat energinya terpakai untuk bergerak sehingga sulit berproduksi. Namun, kandang kecil pun akan membuat murai batu stres hingga mengganggu reproduksi. Inilah beberapa contoh ukurannya:

  • Ukuran kecil kandang murai batu adalah 60 cm panjang x 60 cm lebar dan 60 cm tinggi.
  • Ukuran sedang kandang murai batu adalah 100 cm panjang, 200cm lebar, dan 200 cm tinggi.
  • Kemudian ukuran besar pada kandang murai batu adalah 200 cm panjang, 200cm lebar, dan 300 cm tinggi.

3. Kebersihan Kandang

Cara ternak murai batu ketiga adalah menjaga kebersihan sangkar murai batu. Hal tersebut adalah faktor terpenting buat keberhasilan budidaya. Menjaga kebersihan kandang dapat meminimalisir bibit penyakit dan hama.

Jika kandang murai batu bersih akan membuatnya jadi lebih nyaman. Jadi, terserang stress hingga memicu berbagai penyakit pun akan terhindar.

4. Pakan Murai Batu

Faktor terpenting saat beternak murai batu adalah pemberian pakan. Hal itu untuk menunjang kegiatan dan produktivitasnya. Murai batu membutuhkan nutrisi yang baik.  Peternak perlu memberikan pakan atau makanan segar, bervariasi, dan vitamin.

Terdapat tiga pakan burung yang bisa peternak pilih, yaitu pakan alami, buatan, maupun campuran.  Peternak juga perlu pakan ekstra dalam berternak burung murai batu.

Hal tersebut untuk kekebalan tubuh burung murai batu maupun meningkatkan pertumbuhannya. Untuk jenis pakan yang ekstra dapat berupa jangkrik, ulat hongkong, cacing, belalang maupun orong-orong. 

Burung murai batu rata-rata minum air dalam satu hari sebanyak 4 sampai 5 kali dari jumlah pakannya.  Dalam memberikan air minum, sebaiknya sudah matang agar lebih steril.

Hal tersebut karena dalam memproses metabolisme tubuh burung murai membutuhkan air minum. Selain itu, dapat membantu mempertahankan keseimbangan volume dalam darah dan suhu tubuh. Ditambah pula kelancaran proses pencernaan.

5. Perkembangbiakan Murai Batu Secara Poligami

Murai batu dalam berkembang biak bisa secara poligami. Hal ini untuk menghemat indukan jantan. Biasanya satu kandang dapat diisi 7 ekor betina dengan 1 ekor jantan. Adapun langkahnya yaitu:

  • Betina telah siap dikawinkan dan berumur sekitar satu tahun.
  • Selanjutnya peternak masukan dua ekor betina.
  • Kemudian tunggu selama dua minggu untuk sesuaikan diri di lingkungan baru.
  • Masukan murai batu jantan beserta kandangnya setelah dua minggu ke sangkar betina.
  • Tunggu selama sekitar 1 minggu untuk saling menyesuaikan diri antara burung murai jantan dan betina.
  • Setelah burung betina mulai birahi akan mendekati kandang jantan dan bersiul-siul.
  • Terakhir, tinggal lepas murai batu jantan ke dalam sangkar.

6. Mandikan Burung Murai Batu

Terakhir cara ternak murai batu adalah memandikannya dengan sering agar kebugaran tubuh dan kesehatan murai batu dapat terjaga. Dengan memandikannya akan meningkatkan proses pergantian bulu merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.

Caranya juga mudah untuk memandikan murai batu. Inilah dua cara yang bisa peternak lakukan untuk memandikan murai batu.

Pertama peternak dapat memasukan tempat mandi ke dalam sangkar burung murai batu. Biasanya sangkar burungnya berukuran besar sehingga dapat memasukan bak mandi.

Selanjutnya siapkan bak di dalam sangkarnya. Untuk ukuran bak mandi adalah 17 cm panjang, 10 cm lebar, dan 6 cm kedalamannya.

Cara kedua dengan semprotkan air menggunakan sprayer. Tidak boleh disemprotkan secara sembarangan. Hal itu karena dapat merusak bulu murai batu. Peternak bisa semprotkan air dengan sprayer dari atas bagian kandang.

Jadi, air pun turun sedikit demi sedikit hingga basahi tubuh murai batu. Waktu yang ideal untuk memandikan burung adalah pukul 07.00 sampai 10.00 pagi.

Waktu tersebut baik untuk kesehatan burung murai batu.  Perlu diingat burung tersebut mengeringkan tubuhnya dengan cara berjemur di dekat sinar matahari.

Inilah cara ternak murai batu bagi pemula. Disini dijelaskan langkahnya mulai dari mempersiapkan kandang, pemberian pakan, perkawinan, dan memandikan burung.

Leave a Comment